Facebook youtube Pinterest Twitter LinkedIn instagram

A Lost Nemophilist

Tentang perempuan dibalik pepohonan yang selalu rindu menyelami hutan kata-kata

Dear : Ibuku Tersayang

Ibu..
Kesejukan, kehangatan, kesegaran yang selalu kau arahkan padaku
Mampu menyelimuti kehidupan ku, hari hariku
Seperti alam yang tak pernah lelah menyelimuti bumi 
Memberikan kenyamanan bagi seluruh makhluk hidup yang ada didalamnya

Ibu..
Walaupun anakmu ini tak sehebat orang diluar sana, aku tetap mencintaimu
Walaupun anakmu ini sering terlihat hina dimatamu, aku tetap menyayangimu
Walaupun anakmu ini sering terlihat bodoh saat bibir ini tak mampu mengeluarkan kata-kata manis di depanmu, aku tetap merindukanmu
Walaupun engkau jauh disana, tetapi anakmu ini selalu memelukmu dalam doa
Menciummu dalam linangan air mata
Merindukanmu di setiap derap langkah kakiku

Tiada hari yang kujalani tanpa sesosok ibu yang menguatkan hati
Engkau yang telah kuat mengandung diriku sembilan bulan lamanya
Engkau yang telah berjuang mati-matian demi mempertahankan nafasku
Engkau yang selalu terjaga dalam gelap malam untuk memperjuangkan hidupku

Ibu..
Jikalau tangan ini dapat menyeka ribuan pilumu, akan senantiasa ku lakukan
Tapi entah mengapa dan bagaimana
Engkau bisa tampak tegar bagai pucuk pepohonan yang kuat diterpa angin badai
Biarlah orang diluar sana berkata apa
Aku ingin sepertimu, Ibu..
Wanita yang selalu tegar, dan pantang menyerah
Yang dapat membelai duka menjelma menjadi tawa bahagia

Terkadang aku menahan rindu, Ibu..
Terpenjara oleh ruang dan waktu yang membatasi diri
Saat anakmu ini masih berada diperantauan
Sedang menimba ilmu untuk bekal dihari kelak
Menelan pahit rindu untuk bertemu dirimu

Aku tahu, mengeluh adalah suatu pantangan bagimu, Ibu..
Aku merasa bersyukur bahwa hari ini aku masih bisa mendengar suara emasmu
Ku bisa melihat dan menyentuh ragamu
Dan saat aku jauh darimupun
Aku tetap merasakan kehangatanmu walau kau berada jauh dipelupuk mataku
Seperti hangatnya mentari pagi yang memang tiada bisa ku gapai asalnya
Aku tetap merasakan kesejukanmu walau ragamu masih di seberang sana
Seperti sejuknya hembusan angin pagi yang memang tiada bisa ku sentuh wujudnya

Aku pernah terjatuh
Tapi engkau senantiasa menarik lenganku agar aku bisa berdiri kembali
Kadang ku merasa berat beban di pundakku telah melampaui batas
Tapi engkau senantiasa membiarkan ku berbaring diatas pangkuanmu

Menjadi yang terbaik adalah satu-satunya sumber kebahagiaan untukmu
Jikalau aku harus memberikan seluruh sinarku untuk menghangatkanmu, akan ku lakukan
Jikalau aku harus senantiasa berhembus disetiap waktu untuk menyejukkanmu, akan kulakukan
Jikalau aku harus terus-menerus mengalir untuk menyegarkanmu, akan kulakukan
Jikalau ragaku ini harus patah untuk selalu menopangmu, itupun akan kulakukan

Tapi jikalau semua yang kulakukan itu hanya sesaat, dan tak bisa ku ulangi lagi
Apa mungkin hanya penyesalan yang terus menyelimuti diri?
Apakah aku dapat setegar engkau, Ibu?

Aku tak pernah memilih terlahir dari rahimmu
Tapi aku tahu, Allah telah memilihkan suatu rahim yang kuat untukku berlindung dari ancaman dunia diluar sana yang begitu menakutkan
Sering ku perfikir, ku ingin kembali berada di rahimmu dan tak pernah terlahir kembali
Karna aku takut akan dunia ini
Dunia yang nyatanya begitu kelam, sembunyi dari masa silam ku yang kejam
Seakan aku selalu merasa terancam, serasa seperti sebuah anak panah yang selalu membidik ke arahku
Tapi engkau selalu berada disisiku
Dapat membalikkan keadaan hanya dengan sebuah usapan lembut kasih sayang yang melayang dipipiku
Terkadang ku merajuk dan merengek-rengek, tapi kesabaranmu mengalahkan segalanya

Engkau selalu tersenyum dibalik letihmu, Ibu..
Bagaimana bisa ku merasakan kesakitanmu, karena selalu kau sembunyikan dibalik senyuman manismu
Terkadang ku mendengar isak tangismu di kesunyian malam
Dan hati anak mana yang tak tergetar dengan itu semua
Air mata ini mengalir deras mengingatmu
Tapi engkau terus berjalan dengan kokoh walaupun aku tahu hatimu sedang rapuh

Sering kuperhatikan raut wajahmu yang semakin menua seiring beralannya waktu
Sering ku belai halus rambutmu yang semakin hari semakin kusam dan memutih
Pernah ku tatap raut wajahmu ketika engkau terlelap dalam keheningan malam
Sering ku bayangkan bila suatu saat matamu takkan bisa terbuka kembali
Dan aku hanya bisa meratapi disini
Ketika tubuh ibuku telah benar-benar terbujur kaku dan tak terlihat lemah
Ketika tiada lagi sandaran hatiku karena telah tergulai tak berdaya
Ketika tiada lagi usapan lembut yang selalu menyeka air mataku
Ketika teringat segala nasihatmu yang seringkali kuabaikan
Ketika teringat segala nada tinggi yang seringkali ku luncurkan padamu
Hati ini teriris seketika

Ibu.. Akan ku berikan segala yang terbaik untukmu
Agar kau tidak merasa bahwa peluh dan air matamu yang telah menyatu akan menjadi sia-sia
Kemudian memeluk erat tubuhku dengan terbalut deraian air mata bahagia
Engkau telah memberikan kasih sayang tanpa mengharapkan balasan dan mungkin takkan pernah terbalaskan untukku
Walau begitu banyak kekurangan ada padamu dimata orang, tapi engkau selalu sempurna dimataku
Engkau selalu setia mendengarkan jeritan tangis tawa bahagia dan ketika duka lara melanda

Ibu..
Seiring bertambahnya usiamu kini, doaku akan terus mengalir
Semoga engkau panjang umur, senantiasa sehat walafiat dan diberi lindungan oleh Allah SWT
Selalu taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan selalu tabah menjalani hidup ini
Terima kasih telah mendidikku dengan kasih sayangmu
Terima kasih atas segala yang telah kau berikan kepadaku selama ini
Rasa terima kasih ku untukmu tiada berujung, Ibu..
Karena engkau adalah ibuku
Ibuku yang senantiasa ku sayang dan ku cintai, begitu sebaliknya
Ibuku yang cantik, ibuku yang anggun, ibuku yang soleha..
Selamat ulang tahun ibu, aku menyayangimu :') :*




  Ponorogo, 20 Agustus 2014            
ttd                              
  Putri kecilmu yang sekarang sedang tumbuh

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Tet terett teteeettt.... Happy Birthday reeett!!! :))
Welcome 19!!! Harus seneng atau sedih nih? Bingung soalnya umur bertambah atau malah berkurang -.-
ohh..jadi rasanya gini menyentuh angka 19 dalam hidup. Ketika usia akan mendekati kepala 2. Seakan-akan ini menjadi usia terakhir saat menjajaki masa muda hahaha. Yang biasanya jika udah nyentuh angka 20 an ke atas dianggapnya udah dewasa, udah tua gitu wkwkk. Tapi ini jiwanya masih muda banget kok :D
Aku suka angka 19. Di dalam Islam banyak keajaiban-keajaiban yang melekat pada angka ini. Bisa dibaca disini , disini atau dimana saja bisa kalian temukan. Saya sih cuma bisa berdoa ajalah di usia ini semoga bisa muncul keajaiban-keajaiban dalam hidup saya, seperti dapet pacar mungkin :D
Soalnya kesel juga tiap kali di kampus di ejekin jomblo mulu padahal kan baru jomblo hampir dua tahun (helloo baru jomblo bampir 2 tahun??? udah ngejamur kalee -.-) udah tau umur gak muda lagi, masih tetep betah aja menjalani hubungan sama yang namanya 'lajang' -____-
Apa sih yang salah dengan predikat itu? Trus kalo kita-kita yang sekarang lagi megang predikat itu soo whaaat??? Ga dosa kaaann??? Yakin aja kalo suatu saat Tuhan pasti akan mempertemukan dengan yang terbaik :) Dan doa yg lainnya semoga dapet keajaiban bisa lancar ngejar cita-cita jadi entrepreneur yang sukses nantinya. Aamiinnnn :3

Ucapan terima kasih tetap terlimpahkan kepada Allah SWT yang telah memberi saya usia sepanjang ini, bersyukur atas segala nikmat dan kasih sayang-Nya terhadap saya dan keluarga saya :) Terima kasih ayah, ibuk, mbak yang udah ngasih semangat dan motivasi dalam hidup ini buat jadi yang lebih baik dari kemarin. Terima kasih banyak buat sahabat-sahabat dan temen-temen yang udah ngasi doa dan harapannya buat saya kedepannya. Semoga Allah SWT melindungi kalian semua dan dijabah segala doa-doanya. Terima kasih buat sahabat-sahabat kesayangan yang udah ngasi surprise buat saya sama Putri. Walaupun ulang tahun saya udah lewat dua hari dari hari ulang tahun Putri (tgl 6 des kemaren), tapi kalian tetep ngasi surprise dan doanya buat saya juga hihihi XD

Pokoknya saya akan jalani hidup kedepannya lebih baik lagi deh, janji nggak akan main-main lagi. Belajar yang rajin, biar lancar kuliahnya. Jadi anak yang baik, berbakti sama orang tua, bisa ngebanggain orang tua, nggak nyusahin orang tua lagi huhuhu :') Semoga tambah dewasa, bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah. Sholatnya dikencengin, puasa Senin Kamisnya di rutinin, ngajinya di gas polin.
Intinya i'll do da best fo ma laif deh ya :D tengkyu semuwanyah :*


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Yehey baru bisa update lagi. Terakhir kali kemarin cuma bisa ngucapin marhaban yaa ramadhan, sampei-sampei belum bisa ngucapin selamat Idul Fitri :D
Pumpung ini ada kesempatan, bulan Syawal juga belum habis, izinkan saya meminta maaf atas segala dosa ya. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H bagi yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin :)

Ngomong-ngomong udah kurang lebih 4 bulanan saya dirumah, jadi pengangguran. Dari mulai sehabis UN, nungguin pengumuman kelulusan, nungguin pengumuman SNMPTN, nungguin daftar ulang masuk kuliah, sampai nungguin ospek kerjaannya cuma dirumah mulu. Sekali-kali pergi maen juga sih sama temen-temen, tapi lebih banyak dirumah :D Untung aja dirumah kadang-kadang ada kerjaan. Disamping kerjaannya ngrampungin tugas ospek yang lumayan bikin ribet ><, ada juga kerjaan sampingan yang lain, mayan lah nambah pemasukan juga haha. Dan kerjaannya adalaaahh... bantu-bantu ibuk bikin pesenannya. Jadi selama ini ibu saya itu nerima banyak pesanan kayak jajanan pasar gitu.  Jadi daripada nganggur ya gini aja kerjaannya, biar bisa nyemil jajan juga haha. Sambil menyelam minum air gitu. Macem-macem jajan yang dibuat sama ibuk. Macemnya ada puding santan, puding waluh, brownies, martabak, apem, kue lumpur, dadar gulung, bolu kukus mekar, lemper, roti bolu ketan hitam, sosis ayam, sosis telur, lumpia. Sebenernya masih ada lagi sih, cenil bihun, roti bolu biasa, kue gabin, apem selon, martabak manis mini, risoles, kroket tapi lupa gambarnya nggak diambil -,-





Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Entah rangkaian kata yang seperti apa
Yang mampu meluapkan segala perasaan yang ada dibenakku
Rumit..
Tapi sempat tersirat
Ku coba menerawang bayang-bayang ilusi
Tuk temukan jawaban yang pasti


Seorang pria gagah telah bekerja keras
Menerjang terjangan ombak di pantai luas
Seorang wanita anggun mencoba berjuang
Menerangi kehidupan agar terang benderang
Dan perempuan yang telah menginjak usia dewasa
Saudara dalam kandungan ibu yang sama
Telah mememani hari-hari demi hari




Siapakah mereka??
Itulah wajah-wajah kemilau emas
Yang membuat raga ini coba bangkit dari keterpurukan
Menggoyakkan segala asa untuk terus melangkah maju ke depan Kesana..
Mencoba meraih kebahagiaan murni

Mulut ini membisu, tergetar, membiru karena dinginnya suasana
Ingin ku pasung pikiran ini, agar tak lari kesana kemari
Duduk terdiam tersudut, dan temukan jawaban
Hanya dua kata yang mungkin bisa mewakili segalanya
Terima Kasih...
Ayah, Ibu, Kakak =)




"They are my spirit, they are my inpiration"


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Categories

  • Anything
  • Cerpen
  • Dream
  • Family
  • Fiksi
  • Film
  • Food
  • Friends
  • Hobi
  • Islami
  • Lirik Lagu
  • Love Story
  • Motivasi
  • Puisi
  • Resep
  • Seni
  • Tips
  • Wish

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Juni (1)
      • Mengenang Lahirnya Anugerah
  • ►  2020 (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (7)
    • ►  April (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2017 (12)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2016 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2015 (3)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2013 (35)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)

About Me

Retno Dwi Cahyani
Lihat profil lengkapku

Viewers

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates