Facebook youtube Pinterest Twitter LinkedIn instagram

A Lost Nemophilist

Tentang perempuan dibalik pepohonan yang selalu rindu menyelami hutan kata-kata




     Assalamua'alaikum.
     Bismillaah. Hai, Teman. Lamaaa sekali tak menyapa. Semoga hari-hari kita menyenangkan ya:) Hari ini saya ingin bercerita tentang suatu hal yang beberapa minggu yang lalu sempat ditanyakan oleh salah seorang teman saya. Dia tiba-tiba bertanya, "mengapa saya suka langit?". Mungkin karena dia melihat story di Instagram saya yang memang sering sekali mengunggah gambar langit hehe. Jangan ditanya, galeri di handphone saya memang kebanyakan gambar langit semua:D
     Langit. Tak sedikit orang yang menunggu untuk melihat berbagai macam fenomena darinya. Begitupun saya. Saya rasa banyak sekali ketenangan yang timbul setelah saya melihat langit sejenak. Saat suatu hari saya merasa dunia ini sempit, saya lebih memilih untuk menatap ke langit. Mengapa? Karena saya merasa ia akan selalu begitu luas. Kemudian pinta apapun yang ingin kita pinta pada Sang Pemilik Langit, maka selepas itu hati kita sedikit demi sedikit akan merasa lapang dan tenang. Betul tidak? Coba deh:')
     Seperti membaca dongeng-dongeng dari langit itu sendiri, didalam benak, saya merasakan berbagai macam rasa yang disampaikan oleh langit. Bagaimana saat langit merah merekah, merah muda pertanda jatuh cinta membara-membaranya, ungu gulana atau kuning keemasan pertanda semangat yang menyala-nyala. Semua memiliki versi keindahannya masing-masing. Pagi yang sesaat terang menuai ceria hingga mendung yang kelam mengurung hati, semua tetap sama. Pasti ada hati yang selalu saja menikmati. 
Namun saya paling mengagumi langit di batas hari. Itu yang paling saya senangi. Batas antara sore dan malam serta batas antara malam dan pagi. Karena meski tak selalu biru namun ia meneduhkan. Jingga yang menenangkan sebagai pembuka dan penutup hari. Selain langit pada saat-saat tersebut sering menampakkan keindahannya, ada waktu yang mustajab untuk kita berdoa dan tidak lepas dari doa Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wassalaam. Pagi yang mengawali siang hari dan sore yang mengawali malam hari. Pagi dan sore menjadi momentum yang baik untuk memohon kemaslahatan kita semua dan meminta perlindungan Allaah Subhanahu Wa Ta'ala untuk 12 jam ke depan:)
      Saya mengagumi langit sebagaimana jiwa saya mengagumi-Nya, bersyukur untuk segala rasa yang timbul oleh karenanya. Bila mata ini diajak kembali menatap langit, sejatinya sebab ada tujuan agar ucapan syukur itu terus bergema di bibir ini. Melangitkan doa menjadi kegiatan yang paling menyenangkan dan paling saya gemari, menyampaikan segala pinta serta mengadukan segala kesusahan dan kesedihan. Kita selalu bisa memohonkan segala sesuatu pada Sang Pemilik Langit dan meyakini Allaah Maha Mengabulkannya. Saya mencintai langit dan saya bahagia. Sebab di satu tempat entah dimana saya yakin ada seseorang yang tersenyum hangat sedang menatap langit yang sama dan ia juga melangitkan segala doa-doanya:) 

Bagaimana dengan langitmu hari ini? Semoga selalu teduh dan menenangkan ya..setenang hatimu:))))







Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
       Sabtu, 6 Desember 2014.
    20 tahun. 20 tahun itu tua dan tua itu dewasa. Apakah aku sudah dewasa? Alhamdulillah 20 tahun sudah kakiku menapaki dunia yang fana ini. Beribu tindakan telah aku lakukan, beribu ucapan telah Dia perdengarkan, beribu pandangan telah Dia perlihatkan. 20 Tahun. Umur yang tak muda lagi memang. Umur yang seharusnya sudah penuh akan perhitungan tentang masa depan. Tapi sayangnya sifat ini masih saja kekanak-kanakan. Bukan, nyatanya aku tidak seperti anak-anak pada umumnya yang seharusnya cerdas, lincah, cerewet, pemberani dan memiliki rasa ingin tahu akan segala hal. Hingga hidupku menginjak umur ini pun aku masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang mempunyai nyali sebesar biji kedelai. Jika aku tidak kekanak-kanakan, apakah aku sudah dewasa? Entahlah. Karena penaku saja masih tergeletak saat menuliskan kisah cinta dan cita-cita ku dalam peta kehidupanku yang sempat tertunda.
     Iya. Aku bukanlah orang yang terlahir dengan memiliki bakat yang luar biasa, aku bukanlah orang yang terlahir dengan memiliki otak yang jenius yang dapat merekam berbagai moment dan wawasan pengetahuan yang luas, aku bukanlah orang yang terlahir dengan memiliki kemampuan mengemukakan pendapat dan berani berbicara dengan lancar dan lantang seperti semua orang, aku bukanlah orang yang terlahir dengan memiliki banyak teman yang selalu berpetualang berburu pengalaman hidup, Aku bukanlah orang yang terlahir dengan memiliki kisah-kisah cinta yang indah layaknya kisah cinta di layar lebar. Tapi aku selalu bersyukur dengan keadaanku sekarang. Meskipun begitu, aku merasa beruntung karena aku terlahir sebagai seorang anak yang cukup tahu diri. Aku tak ingin  menjadi beban orang tua. Untuk sekedar meminta uang jajanpun aku gengsi.
     Aku sadar selama ini aku belum pernah membahagiakan orang tuaku dengan berbagai macam prestasi membanggakan yang sempat dicapai oleh kebanyakan orang. Aku belum bisa menjadi anak yang mampu memunculkan linangan air mata haru dimata orang tuaku. Aku belum bisa membuat harapan yang cerah di masa depan untuk kedua orang tuaku. Aku belum bisa menciptakan sebuah bayangan cita-citaku yang sesungguhnya dengan jelas kepada orang tuaku. Seharusnya aku harus belajar lebih serius dan bukannya hanya main-main. Seharusnya aku menjadi orang terpercaya untuk bertanggungjawab. Mungkin aku adalah salah satu orang yang sempat meragukan kesuksesanku di masa depan karena terbayang oleh segala kekuranganku. Tapi aku yakin sampai saat ini mereka masih tetap senantiasa memberikan usapan kasih sayangnya dan untaian doa yang terbaik kepadaku walaupun seringkali aku terlihat hina dimata semua orang. Aku yakin suksesku akan datang saat sederet usaha dan sekumpulan doaku serta  doa orang tuaku menyatu dalam bias asaku. Aku ingin menjadi orang yang lebih dewasa yang memiliki kejelasan tujuan dalam hidup.
     Ulang tahun ke 20 ku ini mungkin tak semewah perayaan ulang tahun kebanyakan orang. Yang akan selalu mendapat surprise ditengah dinginnya angin malam. Yang selalu dikelilingi seorang kekasih, teman dekat dan keluarga untuk merayakan setiap perayaan ulang tahun menjelang. Serta yang akan selalu ada kue coklat yang berhiaskan sinar lilin-lilin kecil  untuk kemudian ditiup dan buat sebuah harapan dalam hati. Kurasa semua itu memang sengat indah dan mengharukan. Kurasa dengan seperti itu seluruh insan manusia akan merasa bahagia dengan hidupnya. Tapi entah mengapa dengan keadaan seperti ini pun aku tetap merasa bahagia. Duduk terdiam dengan membaca setiap gontaian kata yang tersusun penuh makna, mengamini setiap rangkaian kata yang terucap dengan diiringi sebuah doa, dari orang-orang yang terdekat, dan menyadari bahwa nyatanya mereka masih senantiasa menyayangi aku dengan sepenuh hati. Aku hanya bisa sabar dan mengikhlaskan. Aku tak akan mengeluh dengan keadaanku. Walaupun aku tak memiliki banyak teman, tapi aku memiliki sahabat-sahabat yang luar biasa. Karena sabar, dia akan membawamu kapada kebahagiaan yang hakiki. Ikhlas, dia akan membawamu kepada kedamaian yang sejati.
     Egois. Mungkin ini yang mendasari sulitnya aku untuk bersosialisasi. Menurutku, orang pendiam macam aku itu egois. Karena ketika ada orang sedang berbicara tentang masalah hidupnya, kadang aku hanya tidak ingin tahu dan tidak ingin mencampuri masalah orang tersebut. Menurutku itu sifat yang egois dan mesti ku musnahkan segera. Telah terperangkap dalam zona nyaman ini membuat aku malas untuk melangkah jauh. Selain itu, untuk berbicara sepatah dua patah kata pun lidah ini kelu. Selalu saja banyak perhitungan saat akan memulai pembicaraan. Tetapi aku menikmati menjadi kaum introvert. Banyak orang bilang bahwa sikap dewasa itu memiliki kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya. Tetapi aku ragu apakah dalam diriku ini sikap dewasa atau sikap buruk yang mesti aku singkirkan. Menurutku diam itu sakti. Karena dalam diam aku bisa memperhatikan dan mengamati sekelilingku lebih dalam daripada orang lain. Aku lebih mengerti segala macam gerak gerik orang, perasaan orang dan untuk apa mereka melakukan semua itu. Aku mungkin bisa mengerti mereka semua lebih dari yang lain. Oleh karena itu mulut ini sering terasa berat untuk berkata ‘tidak’. Karena aku terlalu mengerti perasaan mereka jika aku berkata ‘tidak’. Aku hanya tak ingin melukai perasaan orang lain. Mungkin banyak orang berpersepsi dengan sifatku yang pengertian ini aku telah berhasil menjadi orang yang cukup dewasa, tapi dibalik itu semua aku sendiri tidak sepenuhnya yakin dengan hal itu. Karena saat aku bilang ‘iya’ kepada semua orang, terkadang muncul suatu pergolakan batin yang pernah tak bisa aku bendung dan akhirnya hanya bersisa sebuah penyesalan.
     Aku tidak tahu mengapa aku lebih memilih menggunakan waktuku menulis tulisan seperti ini daripada untuk senang-senang merayakan berkurangnya umur. Ini masalahku. Ku akui adalah seseorang yang krisis motivasi. Dan aku belum tahu jalan keluar yang tepat yang harus aku tempuh. Mungkin karena kepribadianku yang tertutup. Itu membatasi ruang gerak semua orang yang ingin bercerita bebas denganku. Aku pikir aku belum sepenuhnya dewasa. Karena aku masih ragu dalam memutuskan keputusan. Saat ini terbesit dipikiranku bahwa aku ingin menjadi orang yang tidak pernah punya rasa malu, aku ingin menjadi orang yang sering tersesat. Karena aku menganggap rasa malu itulah yang menghalangiku untuk maju. Dan jika aku tak tersesat, aku pasti tak akan pernah menemukan dunia baru. Sampai saat ini pun aku masih memikirkan bagaimana caranya untuk berpikir, berbicara dan bertindak lebih dewasa. Semoga kekuatan muncul di esok hari dan mengakhiri segala kesuraman di diri ini. Semoga ada pula hikmah dibalik semua ini dan selalu dimudahkan oleh Allah kedepannya. Aaamiin.  Jadi, apakah di umur 20 tahun sudah mesti dewasa? Wallahua'lam


      Itulah secuil keraguan wanita kecil tentang kedewasaannya.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Yehey baru bisa update lagi. Terakhir kali kemarin cuma bisa ngucapin marhaban yaa ramadhan, sampei-sampei belum bisa ngucapin selamat Idul Fitri :D
Pumpung ini ada kesempatan, bulan Syawal juga belum habis, izinkan saya meminta maaf atas segala dosa ya. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H bagi yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin :)

Ngomong-ngomong udah kurang lebih 4 bulanan saya dirumah, jadi pengangguran. Dari mulai sehabis UN, nungguin pengumuman kelulusan, nungguin pengumuman SNMPTN, nungguin daftar ulang masuk kuliah, sampai nungguin ospek kerjaannya cuma dirumah mulu. Sekali-kali pergi maen juga sih sama temen-temen, tapi lebih banyak dirumah :D Untung aja dirumah kadang-kadang ada kerjaan. Disamping kerjaannya ngrampungin tugas ospek yang lumayan bikin ribet ><, ada juga kerjaan sampingan yang lain, mayan lah nambah pemasukan juga haha. Dan kerjaannya adalaaahh... bantu-bantu ibuk bikin pesenannya. Jadi selama ini ibu saya itu nerima banyak pesanan kayak jajanan pasar gitu.  Jadi daripada nganggur ya gini aja kerjaannya, biar bisa nyemil jajan juga haha. Sambil menyelam minum air gitu. Macem-macem jajan yang dibuat sama ibuk. Macemnya ada puding santan, puding waluh, brownies, martabak, apem, kue lumpur, dadar gulung, bolu kukus mekar, lemper, roti bolu ketan hitam, sosis ayam, sosis telur, lumpia. Sebenernya masih ada lagi sih, cenil bihun, roti bolu biasa, kue gabin, apem selon, martabak manis mini, risoles, kroket tapi lupa gambarnya nggak diambil -,-





Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Marhaban Ya Ramadhan :)
Selamat datang bulan suci Ramadhan. Kami kaum muslimin dan muslimat selalu menanti-nanti dan selalu menyambut dengan bahagia kedatanganmu. Bulan yang penuh dengan berkah, rahmat dan maghfiroh, yang didalamnya terdapat terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar :)

Barokah dan Maghfirah)
Barokah dan Maghfirah)
Barokah dan Maghfirah)
terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. - See more at: http://www.indomultimedia.web.id/2013/07/ucapan-marhaban-ya-ramadhan-2013.html#sthash.XRV0geCV.dpuf
terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. - See more at: http://www.indomultimedia.web.id/2013/07/ucapan-marhaban-ya-ramadhan-2013.html#sthash.XRV0geCV.dpuf
terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. - See more at: http://www.indomultimedia.web.id/2013/07/ucapan-marhaban-ya-ramadhan-2013.html#sthash.XRV0geCV.dpuf
terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. - See more at: http://www.indomultimedia.web.id/2013/07/ucapan-marhaban-ya-ramadhan-2013.html#sthash.XRV0geCV.dpuf
Nggak terasa hari ini udah memasuki bulan puasa. Alhamdulillah Allah masih memberi saya kesempatan untuk bertemu bulan puasa kali ini, dengan status yang berbeda pula :D harus lebih banyak bersyukur nih. Bersyukur atas segala nikmat dan kemudahan yang diberikan Allah kepada saya di tahun 2013 ini. 

Pumpung bulan puasa kali ini lagi liburan panjang banget, kali ini harus banyak-banyak melakukan hal yang bermanfaat, kalo lagi nggak ada kerjaan mending tidur aja biar pikirannya nggak kemana-mana, trus dikhusyukin lagi ibadahnya, ngajinya di polin, dijaga ucapannya, dibersihin fikirannya agar selalu mengingat Allah SWT, pokoknya semuanya harus lebih ditingkatin lagi sampai nanti saatnya hari Raya. 
Maka dari itu saya mohon maaf lahir dan batin atas kesalahan ^^
Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun lalu. Aaamiiinn
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan :)


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Puji syukur Alhamdulilah saya panjatkan kehadirat Allah SWT. yang memberikan segala nikmat dan hidayahnya kepada saya.
Beribu-ribu nikmat telah mampir dalam hidup saya, walau sebagian orang berfikir bahwa apa yang saya dapatkan cuma biasa-biasa saja.
Walau hidup saya tak sebegitu mewah seperti orang-orang di luar sana, tapi saya bahagia telah diberi kenikmatan ini yang luar biasa rasanya. 
Seperti di beri keluarga yang menurut saya sakinah mawadah warohmah sih hehe. Kami saling mendukung, bersyukur punya orang tua yang sayang sekali sama saya, trus kakak juga sudah dapat kerja, trus kami juga selalu sehat wal afiat, Allah selalu memberi rezki yang cukup bagi kami, dan Allah juga memberi saya kenikmatan berupa diterima SNMPTN di Universitas Brawijaya, terus 10 besar saat wisuda kemarin, walaupun nilai UAN nya nggak bagus-bagus amat sih, tapi saya tetap mensyukurinya.
Alhamdulillah sekarang saya juga udah dapet kos di Malang, jadi udah nggak bingung lagi. Jadi pengangguran deh di rumah :D

Pumpung liburan, saya belajar coba bikin cerpen yang beberapa hari nggak jadi-jadi. Soalnya saya nggak pernah nulis cerpen yang agak panjang. Susah merangkai kata-katanya. Tapi hari ini sudah jadi sih. Mau saya post tapi takut jelek dibacanya :( 
Ahh hloss ajalah, ini mau saya post. Yang udah mau baca, makasih ya. Mohon kritik dan sarannyaa  =]

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Ihiiiy seneng bisa ngupdate blog ini lagi. Tapi kok udah bulan Mei siihhhh u.u Farewell Party, perpisahan sama anak-anak juga udah :( jadi sedih nih. Makin dek dek an aja kalo harus nungguin pengumuman kelulusan + SNMPTN. Akhir-akhir ini yang bisa saya lakuin cuman berdoa, berdoa, dan berdoa. Semoga saya dan teman-teman saya di SMAN 2 Ponorogo bisa lulus seratus persen, trus kita bisa masuk di Universitas idaman kami. Aaamiiinnnnnn
Nggak cuman berdoa sih. Saya juga harus bimbel buat jaga-jaga kalo umpama nggak keterima undangannya. Tapi semoga keterima Yaa Allaahhh :') Aamiin ya robbal 'alamiiinn. Cemungut ceman ceman kita pasti bisaaa!!!!!!

Mei, 
Jadilah bulan yang indah dan menawan
Mampu menerangi jalan pada kawan dalam kegelapan
Mampu memberi cahaya terang pada kawan yang tak tahu arah
Mampu membiarkan kawan menatap jauh kedepan 
Mampu memberi masa depan yang cerah pada kawan yang telah berjuang
Mampu memberi kebahagiaan pada kawan serta para orang tua yang telah berdoa dan berikhtiar
Mei, 
Jadilah bulan yang tak memberi harapan palsu
Tak ada mimpi kawan yang tak jadi nyata
Tak ada dinding penghalang untuk kawan berteriak suka cita
Tak ada tetes air mata kawan berjatuhan karena kesedihan
Tak ada kawan yang melangkah ragu
Yang ada hanyalah keyakinan kawan untuk melangkah maju karena kemenangan

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
     "Raut senyum manis wajahnya masih terbayang-bayang di angan. Aku tak mengerti. Setelah sekian lama, dan hingga sampai saat itu menjelang, aku masih mencintainya sepenuh hati. Tidakkah seharusnya rasa ini telah mati dan sirna dalam hati? Dia telah pergi, dengan meninggalkan secerca harapan dan buaian janji manis yang terucap dari bibirnya. Kenapa hati ini? Kenapa rasa ini? Memaksaku terpojok disudut kerisauan hati. Tak ingin ku terlihat lemah. Tak ingin ku terlihat pasrah. Apakah aku harus berjalan merangkak? Agar kau tak melihat ku terpuruk.  Hingga sekarang, seberkas cahaya pun tak tampak dari  diriku. Dan juga tak mungkin tersungging senyuman dari raut wajah ini.  Hanya tangis..". 

     Menangis disaat terluka itu memang mudah, dan itu otomatis. Tetapi tersenyum dengan ikhlas pada saat-saat itu sangatlah sulit. Butuh hati besar untuk melakoninya. Melupakan semua yang terjadi, mungkin itulah cara yang terbaik untuk saat ini. Dan itulah yang pasti dipikirkan orang lain untuk memberi solusi. Tapi apa yang dibilang orang realistis, belum tentu sama apa yang kita pikirkan. Ujung-ujungnya  kita juga tau mana diri kita yang sebenarnya, dan apa yang pengen kita jalani.  

     Melupakan. Sebenarnya melupakan itu tak semudah yang mereka bicarakan. Semakin kita melupakan, kita akan semakin teringat kembali dan terluka kembali. 
Berfikirlah bahwa senyum itu ibadah. Senyum itu sederhana. Saat kau terluka biarkan bibir ini tetap tersenyum walau itu sulit. Saat kita tersenyum kepada seseorang, pikiran kita akan fresh dengan sendirinya karena keakraban yang sangat terasa dan juga dapet pahala mestinya :D seperti tidak ada beban. Karena untuk tersenyum kita tidak perlu menunggu bahagia. Saat kau terluka, ingatlah pada sang waktu yang semakin hari akan menjelma menjadi penghibur setiamu. Entah itu dari orang-orang yang kau sayangi atau dari orang-orang yang menyayangimu.
Berfikirlah positif, sehingga pikiran-pikiran negatif yang ada di otakmu enyah segera. yeahh





Keep smile and life will be better :")

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar




Apa sih yang kalian pikirkan jika kalian melihat burung merak?? Cantik, indah, anggun dan penuh pesona?? Ya! Emang bener banget. Burung merak adalah salah satu hewan yang ku kagumi. Bulu-bulu ekornya yang mengembang di penuhi warna-warna yang keren. Padahal burung merak yang seperti  itu adalah burung merak yang jantan lo. Heran.

Tapi ada juga burung merak yang warnanya cuma putih polos gitu aja, dan itu langka banget katanya. Walau cuma putih polos, tapi keindahannya lebih terpampang nyata buatku, kata tante Syahrini :p
Seperti seorang putri yang lagi pakek gaun putih, padahal sih jantan haha. Kereeenn banget. Lihatlah ini gambarnya.



Namun kalian tidak dapat selalu menyaksikan pandangan indah yang mempesona ini. Kalian harus menunggu saat musim kawin merak tiba. Karena burung merak jantan hanya akan mengembangkan bulu ekornya seperti kipas untuk menarik perhatian si betina. 
Terakhir lihat burung ini kapan ya?? Udah lupa. Paling nggak ya cuma nongol di tipi doang. Tapi udah seneng rasanya :D 

Tapi karena kecantikannya, burung merak sekarang udah menjadi sasaran perburuan manusia. Akibatnya, populasinya terus menurun dan bila dibiarkan bisa mengakibatkan kepunahan. Ntar kalo punah kita nggak bisa lihat bulunya yang eksotis lagi doongg u.u
Selain untuk diambil bulunya, burung merak itu dipercaya sebagai obat yang bisa menyembuhkan radang sendi katanya. Heu heuu kasihan ya :'(
Kita sebagai anak bangsa yang bijak seharusnya melindungi burung-burung langka seperti burung merak ini contohnya, bukan malah memburu trus disembelih deh.

Antara bangga dan .. gimana ya ngomongnya. Soalnya burung merak ini juga ada di Legenda Reog Ponorogo, kota yang saya tinggali sekarang. Maka dari itu saya kagum. Burung merak terdapat pada Dadak Merak Reog Ponorogo pada tariannya. Yang menggambarkan seekor merak sedang mengembangkan bulunya dan menggigit untaian manik-manik (tasbih). Dengan begitu para pengrajin Reog di Ponorogo juga harus memerlukan bulu-bulu burung merak ini untuk membuat Dadak Merak.
Kalau menurut saya sih nggak papa ya. Sebagai warga negara Indonesia kan kita juga harus melestarikan budaya juga hehe. Yang penting tahu batasnya.




Stop perburuan hewan langka!!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

There is no reason not to make changes.
Doing a change for the better of course.

A change comes from ourselves.
A change comes when we want to change it.
With a sincere heart of course.
If not, we certainly will not make the change to the maximum.

By making small changes first from now on, you can change the world someday........
And real change happens with enough people agreeing that it is needed.......

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Dear Bloggers
Aku datang dengan segala keadaanku
Semoga engkau suka

~Only hope~


    






Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Categories

  • Anything
  • Cerpen
  • Dream
  • Family
  • Fiksi
  • Film
  • Food
  • Friends
  • Hobi
  • Islami
  • Lirik Lagu
  • Love Story
  • Motivasi
  • Puisi
  • Resep
  • Seni
  • Tips
  • Wish

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Juni (1)
      • Mengenang Lahirnya Anugerah
  • ►  2020 (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (7)
    • ►  April (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2017 (12)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2016 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2015 (3)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2014 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2013 (35)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)

About Me

Retno Dwi Cahyani
Lihat profil lengkapku

Viewers

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates