­

Rumah

Januari 21, 2018 / BY Retno Dwi Cahyani
Disana, Jauh dari perkotaan yang terus tumbuh jadi hutan beton Debu-debu semakin berani Langit-langit mudah menyerah Ingin tumbang saja Hujan berhari-hari  Dan banjir adalah moment paling indah bagi orang-orang yang ingin menyelam dengan sampahnya sendiri Deru mesin kendaraan berharmoni Kira-kira, apa yang dikatakan antrian roda-roda kepada tubuh aspal yang seharian mandi matahari?  Haha pikir saja sendiri Masih musim kaum urban dan pekerjaan brutal yang tak kenal hari Minggu Teriakan demonstran di jalanan adalah nyanyian yang...

Continue Reading

Penjarah Ulung

Januari 16, 2018 / BY Retno Dwi Cahyani
Cepat atau lambat Suka atau tidak suka Penjarah akan terpenjarah dengan hartanya Tidur nyaman di ranjang kemanusiaan yang lapuk Berbantal ego dan memakan bangkai tubuhnya sendiri Tangisan kaum marjinal; musik favorit paling syahdu Sekian lama menggenggam jeruji besi Hingga waktu terus tumbuh dan berbuah kesadaran Sungguh sudah lama jari-jari mereka tak menyentuh tubuh anak-anak mereka Pict Source: jadiberita.com ...

Continue Reading

Terisolasi

Januari 11, 2018 / BY Retno Dwi Cahyani
Disini aku mencerna kehidupan dalam sebuah pikulan Sesaat setelah takjub mewabah dan berganti kegelisahan Batas antara mimpi, juang dan kenyataan Menemukan balasan atas pertanyaan-pertanyaan yang didengungkan Pemuda pemudi bercanda leluasa Sedangkan di hamparan ketinggian seperti kamar terisolasi Ada sosok melambai perih Mimik-mimik yang gigih Keyakinan sayup-sayup terlihat dari kornea hitam tertutup kelopak mata yang sesekali menciut Adalah kaki gunung, sebagai perundak-undakan harapan Sengal nafas adalah musik alami yang butuh untuk dinikmati Jangan, jangan kau tanya...

Continue Reading