­

Tombak Jiwa

April 27, 2018 / BY Retno Dwi Cahyani
Ada paras-paras jingga menuju kaki langit Dan matahari dirakit menjadi puisi Cahaya ditenun Awan digulung menjadi kain basah Air matamu tampak tua Pedih yang tinggal hendaklah ditanggalkan Menjadi berani adalah tombak jiwa Kau harus yakin Kemarau patah Kemudian tumbuhlah hujan-hujan yang ingin disentuh Hujan tumpah Kemudian bangunlah kemarau-kemarau yang semakin memerah Begitu hidup terus berputar seperti roda-roda dijalanan Mati terbunuh akan menjadi lumrah Sebab ada nyawa-nyawa yang berlipat ganda Sedangkan dari balik jendela, aku masih...

Continue Reading

Keberuntungan

April 26, 2018 / BY Retno Dwi Cahyani
Pict from Google "Setidakberuntungnya kita hari ini, masih banyak keberuntungan lainnya yang harus kita syukuri". Kita terkadang sempat berfikir, apa yang salah dengan hidup kita sampai-sampai kita merasa kita tidak lebih bahagia dari orang lain. Padahal sebenarnya hanya kita yang tidak menyadari bahwa begitu banyak nikmat yang telah kita terima kemudian mata kita terbutakan bahwa masih banyak mereka-mereka yang hidupnya jauh dibawah kita. Jika dalam pandangan saya, mereka-mereka yang hidup selalu hidup susah dan kekurangan,...

Continue Reading

Pemakan Kesedihan

April 12, 2018 / BY Retno Dwi Cahyani
Nanti juga kamu paham Nanti jika kelak jalan-jalan sudah lengang lagi dan pintu-pintu rumah tak tertutup kabut Rumput dan angin menyatu kemudian menari-nari diatas tanah sebagai panggung hiburan Seseorang kan merayu hati-hati yang kosong Ada yang bersembunyi dibalik pohon yang ingin menelan daunnya sendiri Ada sudah lelah masuk dalam hutan kata kasat mata Ada yang berlarian menuju alamat-alamat yang tak pernah didatangi Dan jika tanah lapang menangis menjadi lautan kabar buruk maka dia urungkan niat...

Continue Reading

Tentang kebahagiaan

Februari 16, 2018 / BY Retno Dwi Cahyani
Bismillahirrahmanirrahim Assalamu'alaikum, teman :)         Kebahagiaan dan kesuksesan, dua hal yang paling sering terlihat di media sosial. Walaupun tidak jarang pula banyak yang dilanda kegalauan. Kemarin, sempat ada salah seorang sahabat bercerita. Dia merasa sedih dan gundah gulana karena di medsos dia melihat banyak teman2 nya yang menunjukkan bahwa mereka telah sukses, lancar dalam bisnis dan pekerjaan, telah bahagia menikah dahulu, punya anak lebih dahulu, bisa jalan-jalan kemanapun yang mereka mau dan kebahagiaan2 pada...

Continue Reading

Rumah

Januari 21, 2018 / BY Retno Dwi Cahyani
Disana, Jauh dari perkotaan yang terus tumbuh jadi hutan beton Debu-debu semakin berani Langit-langit mudah menyerah Ingin tumbang saja Hujan berhari-hari  Dan banjir adalah moment paling indah bagi orang-orang yang ingin menyelam dengan sampahnya sendiri Deru mesin kendaraan berharmoni Kira-kira, apa yang dikatakan antrian roda-roda kepada tubuh aspal yang seharian mandi matahari?  Haha pikir saja sendiri Masih musim kaum urban dan pekerjaan brutal yang tak kenal hari Minggu Teriakan demonstran di jalanan adalah nyanyian yang...

Continue Reading

Penjarah Ulung

Januari 16, 2018 / BY Retno Dwi Cahyani
Cepat atau lambat Suka atau tidak suka Penjarah akan terpenjarah dengan hartanya Tidur nyaman di ranjang kemanusiaan yang lapuk Berbantal ego dan memakan bangkai tubuhnya sendiri Tangisan kaum marjinal; musik favorit paling syahdu Sekian lama menggenggam jeruji besi Hingga waktu terus tumbuh dan berbuah kesadaran Sungguh sudah lama jari-jari mereka tak menyentuh tubuh anak-anak mereka Pict Source: jadiberita.com ...

Continue Reading

Terisolasi

Januari 11, 2018 / BY Retno Dwi Cahyani
Disini aku mencerna kehidupan dalam sebuah pikulan Sesaat setelah takjub mewabah dan berganti kegelisahan Batas antara mimpi, juang dan kenyataan Menemukan balasan atas pertanyaan-pertanyaan yang didengungkan Pemuda pemudi bercanda leluasa Sedangkan di hamparan ketinggian seperti kamar terisolasi Ada sosok melambai perih Mimik-mimik yang gigih Keyakinan sayup-sayup terlihat dari kornea hitam tertutup kelopak mata yang sesekali menciut Adalah kaki gunung, sebagai perundak-undakan harapan Sengal nafas adalah musik alami yang butuh untuk dinikmati Jangan, jangan kau tanya...

Continue Reading