­

Kau dan Nyanyian Alammu

April 30, 2017 / BY Retno Dwi Cahyani
Aku kagum pada setiap keberanian hidup Kau seperti alam yang terus bernyanyi dan menggantungkan masalah hanya diujung jempol kaki Langitmu berayun menikmati nyaringnya sambaran petir di pucuk-pucuk dedaunan Dan segala kepedihannya ditebang oleh kata-kata yang kokoh menjadi puisi Ribuan kali gemuruh ombakmu bergulung dan pecah dibibir pantai Seperti sesak yang tak tertahankan dan kau bisa merengek sejadi-jadinya Nyanyian yang luar biasa, ajaib! Bebanmu hanyut! Lalu aku menciut diantara keberanian nyanyian alam mu Aku kagum pada...

Continue Reading

Teriakan Agen Semesta

April 30, 2017 / BY Retno Dwi Cahyani
Harus kunamai sebagai apa? Pecahan diriku yang dinilai pusing dan membosankan bagi kaum Millennial? Kepingan semesta dalam diriku yang berbicara hingga kuping mereka menjadi bengal Udara lembab dan mata sembab yang menyatu dalam butiran sajak satire Pagi yang cerah dan malam yang bergairah, apa bedanya? Aku bebal, tak segera ku temui jawaban Di bilik usang tempatku berpulang  Terasing di celah remang-remang dengan ribuan jejak kaki kawan Meneguk lembaran kisah pribumi pengagung Eropa di "Bumi Manusia"...

Continue Reading

Pagi Bermata Teduh

April 26, 2017 / BY Retno Dwi Cahyani
Pagiku kini bermata teduhMenahan jendela kayu menghasut sinar-sinar mimpi untuk lari tanpa jenuh Bukan lari dari segerombolan semut-semut hitam yang mengerumuni jari kaki-kaki kecilNamun lari melewati bebatuan tajam yang bertebaran dibalik rerumputan di padang savana diatas kerikil-kerikil kecil Kemudian pagi bermata teduh merasukiku sebagai mekar-mekar bunga seribu warnaKeharuman teguh menyapa hingga sesaat sebelum putik bunga mahkota terlepas dari singgasananyaMeyakini cita dan cinta akan datang dalam suatu ceritaHidup dalam hidup berbadan labirin yang berlika-likuDimana ujungnya? Tiada yang tahuMenerka,...

Continue Reading