Asing

by - Oktober 05, 2016

Hawa dingin semakin nanar
Memori semakin liar
Apa itu rindu?
Haha, semesta berpihak padaku
Angin sibuk menampar dedauanan berparas wajahmu semalam suntuk
Langit adalah raksasa jingga sebagai atapnya tanpa pernah mengernyit
Kamu, kebebasan yang menggoncangkan
Sosok efemeral yang janggal
Tak sungguh aku kenal namun terus mencekal akal
Jauh dari nalar
Tak sadar, terus mengejar
Bagai elok Lembah Mandalawangi yang kucintai sebelum ku temui
Dan kediaman adalah kegilaan dibawah malam penuh bintang yang kegirangan


You May Also Like

0 komentar